Aliyah Mustika Ilham Sosialisasi Stunting SLB di Tamalate

TOPIKINI, MAKASSAR – Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham, Selasa (30/11/2021) hadir dalam acara sosialisasi pendataan keluarga sasaran bangga kencana bersama mitra tahun 2021 di SLB Negeri Pembina, kecamatan Temalate kota Makassar Sulawesi Selatan.

Aliyah hadir sebagai narasumber, menyampaikan materi tentang program-program yang dijalankan di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terutama tentang pendataan keluarga.

“Kita provinsi nomor tiga tercepat menyelesaikan pendataan keluarga secara nasional, nomor satu Yogyakarta. Kita tahu Yogyakarta daerahnya kecil kabupatennya sedikit. Nomor dua itu Bangka Belitung, juga daerahnya kecil wajar. Kita kabupaten kota kita 24, bisa kita selesaikan pendataan keluarga dengan cepat, ini suatu yang luar biasa,” kata Aliyah saat menyampaikan materinya.

Aliyah menjelaskan, pendataan keluarga itu sangat penting, karena hasilnya akan menjadi rujukan pemerintah untuk menentukan program pembangunan kedepan.

“Gunanya pendataan itu ialah untuk mengetahui jumlah usia subur, usia siap menikah, serta usia yang sudah masuk kategori yang sudah menopous dan kategori yang sudah melahirkan tetapi anaknya tergolong stunting,” beber Aliyah panjang lebar.

“Apa itu stunting, kurang gizi, kenapa kurang gizi, karena sewaktu ibu hamil, ibu kurang memperhatikan gizi anaknya apakah karena ia tak melaksanakan 4T, yaitu terlalu muda, terlalu rapat (melahirkan), itu maka perlunya KB, makanya ada lata kontrasepsi yang disiapkan BKKBN itu semua gratis,” jelas Aliyah menjelaskan lebih jauh.

Dilanjutkan Aliyah, alat kontrasepsi yang disiapkan oleh BKKBN secara gratis itu diantaranya IUD, fasektomi, implant.

“Semua alat kontrasepsi digratiskan oleh pemerintah, supaya menghindari rapatnya jarak kehamilan, ada juga terlalu sering melahirkan, dan terlalu tua,” lengkapnya.

Selain anggota DPR RI, hadir juga perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, bapak Ihsan. Acara ini juga diselingi pemberian doorprize bagi peserta sosialisasi yang berasal dari warga sekitar daerah tersebut.

Kegiatan ini sudah menerapkan protocol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan serta menjaga jarak anatara satu sama lainnya. Selain itu, untuk menghindari kerumunan, kegiatan ini digelar dua sesi di tempat yang sama.(rizki)