Alasan Ekonomi, Masyarakat Pesisir Toboali Kini Dukung Penambangan PIP Di Laut Toboali

12

Bangka Selatan – Aktifitas penambangan pasir timah menggunakan ponton isap produksi (PIP) beroperasi di perairan Toboali, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) sebelumya sempat menuai protes dari sejumlah masyarakat nelayan Pesisir, namun kini aktifitas PIP itu pun mulai diterima sebagian masyarakat Pesisir Toboali, Basel.

Minggu (25/10/2020) siang sekitar ratusan warga terlihat berkumpul di pinggir pantai Padang, Kelurahan Ketapang Toboali tak lain diduga sebagai sikap menyambut baik aktifitas PIP di perairan Toboali kembali beroperasi.

Ratusan masyarakat atau warga Pesisir dari lingkungan Kampung Nelayan dan Padang Laut Toboali, Basel dan kini menyambut baik atas rencana kegiatan penambangan pasir timah di perairan laut setempat menggunakan PIP oleh perusahaan mitra PT Timah Tbk.

Hanya saja menurut warga Padang, Ketapang Toboali, Manduk sebelum kegiatan penambangan PIP di perairan Toboali itu hal yang perlu diperhatikan oleh PT Timah Tbk selaku pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP), yakni mestilah mensosialisasikan terlebih dahulu atas rencana penambangan tersebut kepada masyarakat pesisir dan nelayan agar tidak terjadi gejolak ditengah-tengah masyarakat.

Selain itu, juga diharapkan kepada PT Timah Tbk agar dapat mengakomodir perusahaan lokal yang ada di Toboali Basel untuk dijadikan mitra PT Timah Tbk dalam melakukan kegiatan penambangan diperairan laut Toboali.

“Sumber daya alam berupa pasir timah yang melimpah ruah yang dianugerahkan Maha Kuasa di laut Toboali harus dimanfaatkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan hajat hidup orang banyak. Karena itu, pentingnya sosialisasi sebelum melakukan kegiatan penambangan guna menghindari gesekan antar masyarakat. Pro kontra itu pasti ada, namun harus disikapi dengan bijak,” kata Manduk kepada wartawan saat itu ia didampingi warga lainnya, Sawet, Minggu (25/10/2020).

Sementara, Cik Nati warga kampung Nelayan Toboali justru berharap jika perusahaan lokal asal Basel seperti CV Teman Jaya (TJ) dapat diprioritaskan oleh PT Timah Tbk untuk melakukan kegiatan penambangan, serta mengelola Sumber Daya Alam (SDA) pasir timah yang melimpah ruah diperairan laut Toboali.

“Saat ini, kondisi ekonomi masyarakat kian hari kian terpuruk ditambah lagi dengan kondisi pandemi Covid-19, sementara sumber daya alam pasir timah kita melimpah ruah baik di daratan maupun dilautan. Kekayaan sumber daya alam ini harus kita manfaatkan bersama untuk kepentingan bersama,” katanya.

Oleh karena itu dirinya mengaku sangat yakin dan percaya dengan kehadiran PT Timah Tbk beserta mitra kerjanya, CV Teman Jaya mampu memulihkan ekonomi masyarakat dan juga daerah ditengah kondisi pandemi ini,” ujar Cik Nati didampingingi rekanya Cik Biut.

Sebelumnya, pada Minggu (25/10/2020) pagi hingga jelang siang, ratusan masyarakat pesisir Kampung Nelayan dan Padang Laut Toboali berkumpul di Pesisir laut setempat.

Berbagai keluhan tampak mereka curahkan, terutama mengenai kondisi perekonomian yang kian hari kian terpuruk dan diperparah lagi dengan kondisi pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.

“Karena itu, alasan utama masyarakat pesisir menyambut baik dan mendukung penuh atas rencana kegiatan PIP atau penambangan timah tersebut guna memulihkan perekonomian masyarakat dan juga daerah,” terang Cik Nati. (red)

Editor: RB Syafrudin Budiman SIP

Loading...