Al Maun Apresiasi Kepemimpinan Airlangga Hartarto Ketum Partai Golkar, Peroleh Kursi kedua Terbanyak

41
M. Rafik Perkasa Alamsyah Ketua Umum DPP Al Maun saat bersama cawapres KH Ma'ruf Amin. (Istimewa).

TOPIKINI – M. Rafik Perkasa Alamsyah
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Masyarakat untuk Nawacita (Al Maun) memuji kepemimpinan Airlangga Hartarto yang berhasil masuk tiga besar. Rafik juga memberikan apresiasi kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar ini atas keberhasilannya memimpin dengan meraih kursi terbanyak kedua di DPR RI.

“Bapak Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto patut diacungi jempol. Diluar prediksi lembaga survey sebelumnya yg mengatakan Partai Golkar berada di nomer ketiga posisi di legislatif. Tapi hari ini malah kami memperoleh 85 kursi lebih besar dari Partai Gerindra yang hanya 78 kursi,” kata Rafik saat dihubungi, Kamis, (30/05/2019) di Jakarta.

Al Maun sebagai organisasi sayap Partai Golkar ini menilai, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan masa waktu kepengurusan 1,5 tahun berhasil mendongkrak citra dan menguatkan mesin partai. Apalagi di tengah badai gelombang melanda Partai Golkar, khususnya kasus-kasus korupsi tokoh Partai Golkar.

“Airlangga Hartarto mampu mempertahankan Partai Golkar tetap di nomor dua perolehan kursi di legeslatif di tengah badai. Kepemimpinan Airlangga Hartarto mirip Akbar Tanjung yang mampu mengangkat suara Partai Golkar tahun 2004 lalu di tengah kemerosotan orde baru di era reformasi,” terang Rafik pria asal Sumbar ini.

Berdasarkan hasil penetapan KPU RI, 21 Mei 2019, Partai Golkar berada di urutan ketiga perolehan suara nasional, di bawah PDIP dan Gerindra. Namun, kata Rafik ketika dikonversi ke kursi, Partai Golkar malah memperoleh 85 kursi legeslatif.

“Secara perolehan suara memang kami berada pada urutan ketiga. Tetapi dalam perhitungan pemilu legislatif, yang harus dilihat adalah konversinya ke dalam kursi di DPR RI,” tukas Rafik yang juga salah satu Ketua Bidang DPP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Rafik juga berpendapat, terkait isu percepatan Munas Luar Biasa Partai Golkar dirinya tidak sependapat. Selain karena belum waktunya, proses politik Pemilu 2019 masih proses berjalan di Mahkamah Konstitusi.

“Kita tunggu saja hasil sidang MK. Setelah itu Pelantikan DPR RI, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Selanjutnya Pelantikan Presiden dan Penyusunan Kabinet, setelah itu baru membahas Munas Partai Golkar. Semua masih dinamis, tunggu saja,” tandas Rafik pengusaha muda yang memiliki hobi motor besar Harley Davidson ini.

Berikut ini perolehan suara 16 partai politik nasional:

1. PKB: 13.570.097 (9,69%)
2. Gerindra: 17.594.839 (12,57%)
3. PDIP: 27.053.961 (19,33%)
4. Golkar: 17.229.789 (12,31%)
5. NasDem: 12.661.792 (9,05%)
6. Garuda: 702.536 (0,50%)
7. Berkarya: 2.929.495 (2,09%)
8. PKS: 11.493.663 (8,21%)
9. Perindo: 3.738.320 (2,67%)
10. PPP: 6.323.147 (4,52%)
11. PSI: 2.650.361 (1,89%)
12. PAN: 9.572.623 (6,84%)
13. Hanura: 2.161.507 (1,54%)
14. Demokrat: 10.876.507 (7,77%)
19. PBB: 1.099.848 (0,79%)
20. PKPI: 312.765 (0,22%).

Berikut perolehan kursi partai politik di DPR RI secara nasional:

PDIP: 128 kursi (22,3%)
Golkar: 85 kursi (14,8%)
Gerindra: 78 kursi (13,6%)
NasDem: 59 kursi (10,3%)
PKB: 58 kursi (10,1%)
Demokrat: 54 kursi (9,4%)
PKS: 50 kursi (8,7%)
PAN: 44 kursi (7,7,%)
PPP: 19 kursi (3,3%)

(Syafrudin Budiman)

Loading...