Aktivis Banten Anggap KAMI Hanya Akan Menyebabkan Keresahan Sosial

Banten – Rencana Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang akan diadakan di Banten mendapat penolakan dari beberapa aktivis mahasiswa di Banten.

Bima Rizky salah satu aktivis Mahasiswa di tangerang mengatakan bahwa deklarasi KAMI dapat memberikan dampak buruk bagi proses pembelajaran kepada para aktivis dan Mahasiswa di Banten.

dia mengatakan bahwa deklarasi KAMI yang akan dilaksanakan pada hari Minggu pastinya akan membuat stabilitas sosial di banten terganggu.

“Deklarasi yang dilakukan oleh KAMI pastinya akan menimbulkan keresahan sosial, dan stabilitas sosial terganggu sebab selain ancaman tingginya penyebaran covid, Banten sedang dalam kondisi waspada Tsunami” kata Bima.

Seperti diketahui bahwa pamflet deklarasi KAMI yang akan dilaksanakan di pantai Anyer tersebut berisi ajakan menyelamatkan NKRI.

Menurut Bima, deklarasi yang akan dilakukan KAMI di Banten hanya sebuah Klaim menyelamatkan Indonesia, pasalnya sebagian dari tokoh-tokoh di KAMI pernah merasakan kue kekuasaan.

“Kelompok KAMI terkesan mengklaim bahwa hanya mereka saja yang bergerak dalam konsepsi menyelamatkan Indonesia, padahal sebagian dari mereka pernah merasakan kue kekuasaan” imbuhnya

Bima rencananya akan mengajak para aktivis pemuda dan mahasiswa di wilayah Banten untuk melakukan gerakan penolakan terhadap Deklarasi KAMI di Banten demi keselamatan masyarakat atas potensi penyebaran Covid19 yang tinggi.

“Saya bersama teman-teman akan melakukan konsolidasi dan gerakan penolakan terhadap deklarasi KAMI, ini semua demi keselamatan masyarakat atas potensi terpaparnya virus covid19,” tutup Bima. (red)

Loading...