Ada Beberapa Peran BKKBN Jatim Kurangi Angka Pernikahan di Usia Muda

Bangkalan – Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Penyiapan Hidup Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) Melalui Bhakti Kader di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Senin (12/10/2020).

Hadir dalam acara, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., didampingi Pejabat Fungsional Koordinator bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK), Dra. Suhartuti, M.M., Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan, Zaenab Zuraidah Latif, S.E., Kepala Dinas  Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Bangkalan, Dra. R. Amina Rachmawati, M.Si., camat beserta forkompincam Kabupaten Bangkalan, kepala desa, kader Kelompok Bina Remaja (BKR), insan GenRe, dan para undangan.

Dalam pembukaan kegiatan, Dra. Suhartuti, M.M., ketua panitia menjelaskan tujuan diadakan kegiatan BKKBN Jawa Timur di Bangkalan.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah Meningkatkan pengetahuan remaja dan keluarga remaja tentang PKBR. Menambah luas jejaring kemitraan dalam mengelola program remaja, khususnya GenRe, dan  Meningkatkan komitmen para pemerhati, penggiat dan pengelola remaja terhadap Program GenRe,” jelasnya.

Sementara dikesempatan yang sama, Pak Teguh panggilan akrab Kaper BKKBN Jawa Timur menjelaskan program KB bukan sekedar kontrasepsi atau jumlah anak. Melainkan upaya meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.

“Upaya tersebut dilakukan melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Selain mengenai alat kontrasepsi, Program Bangga Kencana juga memiliki program untuk merencanakan terwujudnya keluarga yang sejahtera dimana itu dimulai dari remaja,” ungkapnya.

“Untuk Menciptakan Kesejahteraan dalam berkeluarga perlu persiapan yang matang bagi para remaja. Jumlah anak penting sesuai kondisi kesehatan ibu agar anak tidak stunting. Jarak anak juga mempengaruhi kualitas anak. Hak anak juga harus terpenuhi agar menjadi anak yang berkualitas,” jelasnya.

Ada beberapa peran BKKBN Provinsi Jawa Timur untuk mengurangi angka Pernikahan di Usia Muda, diantaranya adalah sosialisasi PKBR (Pro PN), dibentuknya kelompok PIK R (sasaran Remaja 10-24 belum menikah ) dan kelompok BKR (sasaran keluarga yang memiliki remaja 10-24 belum menikah), pemilihan duta GenRe, Saka Kencana,  terbentuknya wadah Insan GenRe (atau Forum Genre di tingkat nasional), dan  Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Usia ideal menikah yaitu minimal Wanita ≥ 21 Tahun dan Pria ≥ 25 Tahun.

Dimasa pandemi Covid-19, pak Teguh mengingatkan harus menjaga diri dengan  melaksanakan protokol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak. Dan terkait Drop Out (DO) atau putus pakai alat kontrasepsi di Jawa Timur terus naik hingga di angka terakhir di Bulan Agustus adalah 10,27%.

“Di Kabupaten Bangkalan sendiri angka DO cukup tinggi di angka 13,26% dan ada di atas rata-rata Provinsi. Saya berharap Para Kader untuk mengingatkan kepada keluarga yang ber-KB untuk tetap menunda kehamilan dan tetap ber-KB di masa pandemi. Jika memang benar-benar ingin hamil harus direncanakan dengan baik dan diperhatikan untuk terus menjaga kesehatan ibu dan janin,” pungkasnya.

Dalam acara Talkshow, pak Teguh jelaskan dalam Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja harus melewati 5 transisi kehidupan.

“Transisi itu adalah hidup sehat, melanjutkan sekolah, mencari pekerjaan, bergabung di dalam masyarakat, dan merencanakan kehidupan berkeluarga,” jelasnya.

Kepala DKBP3A mengatakan bagi remaja dan keluarga yang mempunyai remaja agar mempunyai perencanaan yang matang dalam kehidupan untuk berkeluarga.

Sementara, ketua TP PKK kabupaten Bangkalan menjelaskan berkeluarga harus memperhatikan 8 Fungsi Keluarga, yakni fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan fungsi pelestarian lingkungan.

Dalam kegiatan yang digelar selama 2 hari (12-13 Oktober 2020) di isi dengan beberapa kegiatan, yakni kegiatan Sosialisasi PKBR di Kampung KB. Pembagian marchandise secara simbolis dan tempat cuci tangan di kampung KB Tanjung Jati, kecamatan Kamal. Pembagian 300 paket sembako, serta pembinaan ke 4 Center of Excellence (COE) Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). (red)

Editor: RB. Syafrudin Budiman SIP

Loading...