topikini.com@gmail.com

Sangat Memilukan Nasib Pengungsi Rohingya di Bangladesh (Video Amatir Relawan WHC)

TOPIKINI.COM – Para pengungsi Rohingya yang tinggal di perbatasan Bangladesh, nasibnya sangat memilukan. Mereka kekurangan makanan,  air minum, pakaian, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya. Seorang relawan dari Watch Human Care asal Indonesia, berhasil merekam suasana kehidupan para pengungsi Rohingya tersebut di perbatasan Bangladesh, dua hari yang lalu.

Ini adalah tempat  para pengungsi rohingya tinggal. nama daerahnya disebut Border, di wilayah Bangladeh. Wilayahnya berbatasan dengan Myanmar. Tenda-tenda seadanya dibangun oleh para pengungsi.

Namun banyak lagi yang belum punya tenda, dan hanya berteduh di bawah payung. Ada  puluhan ribu jiwa tinggal di tempat ini.  Sebagian lagi malah baru datang dari Nasidong, titik penyeberangan di Rakhine, menuju Bangladesh lewat sungai.

Ustad Jel Fathullah, Presiden Watch Human Care (WHC),  sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat, merekam kondisi tersebut, dua hari yang lalu.

Dia bersama relawan lainnya membantu membagikan makanan dan kebutuhan lainnya, di tempat-tempat pengungsian. Ada  sekitar 490.000 orang pengungsi  yang tersebar di 11 lokasi pengungsian di Bangladesh.

Selain di border, banyak  lagi yang tinggal di Balukhali, nama sebuah daerah yang berbukit-bukit. Bantuan yang diserahkan sangat tidak mencukupi untuk para pengungsi rohingya tersebut.

Hal itu diceritakan  Jel  Fathullah kepada sejumlah umat  islam di Mesjid Nurul Iman, Padang,  Minggu (17/9)  pagi. Menurutnya, etnis Rohingya masih membutuhkan uluran tangan dari saudara-saudaranya di Indonesia untuk  kebutuhan sehari-hari para pengungsi.

“Mereka hanya tidur di tenda-tenda yang dindingnya dari  plastik  dan atapnya juga dari plastik. Makanan terbatas. Air minum terbatas. Bantuan yang kami bawa sangat tidak mencukupi, sehingga kami tidak berani lagi mendatangi lokasi pengungsian yang lain karena sudah tidak ada lagi yang bisa kami bagikan,” kata ustad Jel Fathullah, Presiden WHC Indonesia.

Menurut Jel Fathullah, saat ini sudah sangat banyak para pengungsi  Rohingya yang dilanda penyakit, terutama anak-anak, karena kondisi lingkungan mereka yang sangat tidak higienis.

Dia menghimbau kepada warga Indonesia untuk  terus memberikan  sumbangannya kepada para pengungsi yang menjadi korban kekejaman tentara myanmar tersebut. (dio)

Loading...

Tinggalkan Balasan