Polisi Bongkar Makam Bocah yang Tewas Ditembak di Dharmasraya

31

TOPIKINI.COM – Jajaran Polres Dharmasraya, Kamis (25/01/2018) lakukan otopsi kasus penembakan Rahmat balita 2 tahun, warga jorong Payo Malintang nagari Abai Siat kecamata Koto Besar kabupaten Dharmasraya, yang dibedil oleh Tauco Pgl Ucok, 40 tahun, suku Nias, pada 30 Desember 2017 lalu.

Otopsi kekejaman Tauco yang telah merenggut nyawa Rahmat, dengan cara menembak kepala bocah tersebut menggunakan senjata laras panjang rakitan (gobok) itu, dipimpin langsung oleh Kapolres Dharmasraya AKBP Rudy Yoelianto, yang didampingi Kapolsek Sungai Rumbai Kompol Eryanto serta Kasat Reserse AKP Ardhi Zulhasbi Nasotion beserta sejumlah personil, dipemakaman umum jorong Bukit Makmur, Nagari Koto Laweh, kecamatan Koto besar.

“Saat ini, kita melakukan otopsi terhadap jenazah Rahmat yang ditembak oleh Tauco pada 30 Desember 2017 lalu,” kata Kapolres Dharmasraya, kepada awak media dilokasi pemakaman.

Roedy Yoelianto mengatakan, bahwa otopsi yang dilakukan saat ini melibatkan 18 orang. Yakni tim atau dokter dari Rumah sakit Bhayangkara Polda Sumbar serta dari Universitas Baiturrahmah padang.

” 5 dari Bhayangkari 13 dari adik-adik Universitas Baiturahmah Padang, jadi berjumlah 18 orang,” terangnya.

Kapolres menegaskan, penggalian kuburan Rahmat dilakukan untuk kepentingan otopsi yang dalam istilah kedokteran Exsumasi, sebagai bentuk kebutuhan penyidikan, yang nanti pada tanggal 29/01/2018 akan dilakukan Rekontruksi.

AKBP Rudy Yoelianto, SIk

“Ini masih dalam tahap penyidikan sebagai pelengkap berkas tersangka,” katanya.

Kapolres menambahkan, pembunuhan balita Rahmat oleh Tauco, dilatari unsur sakit hati karna beberapa kali meminta pekerjaan kepada orang tua korban namun tidak kunjung diberikan.

“Sasaranya, sebenernya ayah korban, namun karna tidak ditemui, akhirnya anaknya jadi korban,” jelasnya.

Selain otopsi dan rekontruksi, polisi juga akan melakukan tes kejiwaan bagi pelaku, apakah kondisi kejiwaan pelaku tersebut normal atau tidak.

“Dalam waktu dekat, kita juga melakukan tes kejiwaan pelaku,” jelas kapolres.

Atas kejadian tersebut, pelaku di ancam dengan pasal pembunuhan berencana, sesuai KUHAP 340 dengan ancaman maksimal hukuman mati. Rudy Yoelianto juga menghimbau agar seluruh masyarakat menyerahkan senjata jenis gobok kepada kepolisian terdekat, sebelum dilakukan penindakan.

Meski otopsi jenazah tidak dihadiri oleh pihak keluarga yang sebelumnya telah disurati oleh polres Dharmasraya, namun otopsi korban tetap dilakukan dan berjalan lancar.(mas ex)

Loading...