topikini.com@gmail.com

Peresmian Taman Sari Para Pahlawan Nasional Asal Minangkabau

TOPIKINI.COM – Pemerintah Propinsi Sumatera Barat, meresmikan Monumen Taman Sari bagi 15 orang pahlawan nasional asal Sumatera Barat, yang bertepatan dengan pahlawan tanggal 10 November.

Monumen Taman sari ini merupakan gagasan Awaluddin Jamin, mantan Kapolri, yang merupakan putra Minangkabau. Tujuannya agar para generasi muda mengetahui para pahlawan nasional dari Sumatera Barat, dan mampu meniru semangat perjuangan mereka untuk membangun bangsa ini.

Peresmian Monumen Taman Sari Pahlawan dilakukan oleh Awalauddin Jamin, mantan Kapolri, yang juga merupakan putra Minangkabau, di Taman Melati, Padang, Sumatera Barat, hari Jumat (10/11) pagi.

Monumen ini disebut Taman Sari Pahlawan Nasional Asal Minangkabau, sebagai bentuk penghargaan kepada putra-putri terbaik minangkabau yang menjadi pahlawan nasional.

Ada 15 relief pahlawan nasional asal Sumatera Barat yang terpasang dalam Monumen Taman Sari tersebut. Mereka adalah Agus Salim, Tuanku Imam Bonjol, Muhammad Hatta, Muhammad Yamin, Sutan Syahrir, Hamka, Tan Malaka, Muhammad Natsir, Rasuna Said, Abdul Halim, Ilyas Yacoub, Abdul Muis, Adnan Kapau Gani, Hazairin, dan Bagindo Aziz Chan.

Awaluddin Djamin, penggagas pendirian Monumen Taman Sari Pahlawan nasional asal Minangkabau ini mengatakan bahwa tujuan didirikannya monumen ini untuk mengingatkan generasi muda bahwa banyak pahlawan nasional asal Minangkabau yang patut dicontoh semangat juang mereka dalam membangun bangsa ini.

“Generasi muda Sumatera Barat harus tahu dari 164 pahlawan nasional, ada 15 orang berasal dari Minangkabau. Ini harus dijadikan pelecut semangat bahwa orang Minang sudah sangat berperan dalam perjalanan sejarah bangsa ini. Itu yang harus diteladani,” kata Awaludin Djamin, penggagas monumen taman sari:

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan bahwa hal penting yang harus diambil dari sejarah perjuangan para pahlawan asal Minangkabau ini adalah agar kita semua terlibat dalam pembangunan bangsa ini dan menjadikan rakyat makmur dan sejahtera.

Pembangunan monumen ini berkat kerja sama yayasan sarikat usaha adabiah padang yang dipimpin oleh Awaludin Djamin dengan pemerintah Propinsi Sumatera Barat. (dio)

Loading...

Tinggalkan Balasan