Pemblokiran Jalan ByPass Air Pacah Karena Warga Merasa Terancam

36

TOPIKINI.COM – Ribuan warga dari enam kelurahan di Kecamatan Koto Tangah dan Kecamatan Kuranji, Padang, Sumatera Barat, turun ke jalan, membakar ban dan memblokir Jalan By Pass dua arah di Kilometer 15, Jumat (26/1/2016) pagi. Massa juga menghadang dan mengusir anggota brimob yang datang ke lokasi untuk mengamankan situasi.

Warga membakar ban-ban bekas di Jalan By Pass dua jalur kilometer 15 Padang, sebagai bentuk kemarahan karena kedatangan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Padang, yang akan melakukan pengukuran obyek perkara, di wilayah tersebut.

Massa yang tergabung dalam Forum Nagari Tigo Sandiang, tidak terima tanah mereka diukur-ukur untuk kepentingan Lehar cs, yang mengklaim sebagai pemilik tanah.

Massa yang emosi semakin marah melihat kedatangan anggota brimob yang datang untuk mengamankan situasi. Mereka beramai-ramai menghadang laju kendaraan brimob dan kemudian mengusir mereka untuk meninggalkan lokasi. Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, puluhan anggota brimob akhirnya meninggalkan lokasi.

Lehar cs mengklaim sebagai pemilih tanah seluas 765 hektar yang tersebar pada enam kelurahan yang berada di dua kecamatan di kota Padang. Kelurahan tersebut adalah Bungo Pasang, Ikur Koto, Air Pacah, Dadok Tunggul Hitam, yang berada di Kecamatan Koto Tangah.

Dua kelurahan lain yaitu Sungai Sapih dan Kurao Pagang yang berada di Kecamatan Kuranji. Padahal menurut warga, luas tanah Lehar cs hanya 2,5 kilometer, yang terletak di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.

“Tadi pagi datang petugas BPN. Mereka rencananya mau melakukan pengukuran dan penentuan batas tanah. Warga marah karena tanah mereka terancam akan diserobot oleh Lehar cs. Makanya warga bakar ban dan blokir jalan,” ujar Efiandi Rajo Budiman, Sekretaris Forum Nagari Tigo Sandiang.

Warga tumpah ruah di Jalan By Pass, untuk berjaga-jaga agar jangan sampai pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) datang kembali ke lokasi untuk melakukan pengukuran tanah. (dio)

Loading...