Kuasa Hukum: Lehar Ternyata Bukan Mamak Kepala Waris Kaum Ma’Boet

TOPIKINI.COM – Persoalan tanah kaum Ma’boet terus berlanjut. Ahli waris kaum Ma’but menyebut bahwa Lehar, yang selama ini mengklaim sebagai mamak kepala waris, ternyata telah melakukan kebohongan publik dan sudah diproses secara hukum.

Dalam keterangannya kepada pers, hari Senin (31/7), kuasa hukum kaum Ma’boed, Donny Indra mengatakan, mamak kepala waris kaum Ma’boet yang benar sesuai data dan fakta adalah Guswandi. Dasarnya adalah ranji kaum Buntie suku Melayu lubuk Bagalung, pada 20 Agustus 2014.

Menurut Donny Indra, kapasitas Lehar selama ini sesuai fakta yuridis hanya menerima kuasa hukum dari kaum Ma’boed untuk mengurus tanah ulayat tersebut, dan dia bukanlah mamak kepala waris. Namun kenyataannya, lanjut Donny Indra, Lehar bertindak melebihi kewenangan yang diberikan sehingga sudah melanggar hukum.

“Kami sengaja membuka kebenaran ini, untuk meluruskan infomasi yang berkembang di masyarakat karena Lehar mengkalim dirinya sebagai mamak kepala waris,” ujar Donny Indra. Dikatakannya, surat kuasa tanggal 30 November 1994 yang diberikan Mamak Kepala Waris pada saat itu, Syafran Rajo Batuah kepada Lehar, hanya untuk pengurusan dan penyelesaian pengukuran ulang tanah kaum Ma’boet. Namun surat kuasa itupun sudah dicabut tanggal 9 April 1997 lalu.

Dengan telah dicabutnya surat kuasa tersebut, jelas Donny Indra, tak ada lagi kapasitas dan kepentingan Lehar dalam kasus ini. Bula Lehar melakukan tindakan mengatasnamakan mamak kepala waris kaum Ma’boet, berarti sudah diluar konteks, dan pertanggungjawaban hukumnya ditanggung sendiri oleh Lehar.

Dikatakannya, kaum Ma’boet sudah menang terhadap tanah yang berada pada beberapa kelurahan di Kecamatan Koto Tangah, berdasarkan putusan vonis landrad padang nomor 90/ 1931 tanggal 16 Mei 1931 dan eksekusi nomor 35 tahun 1982. (dio)

Loading...
BAGIKAN

Apa pendapat anda tentang berita ini.?