topikini.com@gmail.com

Kesal Kepada Pemda Dharmasraya, Jembatan Darurat Dirusak Warga

TOPIKINI.COM – Jembatan yang rusak di daerah Padang Laweh yang tidak jauh dari kantor Kecamatan Padang Laweh, hingga berbulan-bulan belum ada perbaikan.

Keberadaan jembatan ini sangat penting sekali bagi masyarakat setempat untuk membawa hasil buah sawit ke pabrik sawit di seberang jembatan yang rusak tersebut. Pasca putusnya jembatan penghubung Sungai Sopan, Nagari Muaro Sopan tak kunjung dibangun Pemerintah Daerah.

Jembatan darurat yang dibangun berkali-kali oleh masyarkat setempat atas bantuan donatur bermaterikan kayu, kini dipotong agar akses jalan di kecamatan Padang Laweh benar-benar lumpuh total.

Salah seorang donatur pembangunan jembatan darurat Apriman 45 tahun mengemukakan bahwa jembatan darurat yang dibangunnya bersama-sama masyrakat dipotong dengan gergaji mesin(sinso), sebagai bentuk kekecewan besar dari masyarkat yang terus dijanji-janjikan.

“Saya pribadi telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp.23 juta. Namun berbagai sepekulasi dilapangan terus berkembang dan kami sangat kecewa, lebih baik jembatan darurat ini kami cincang, biar Padang Lawe aksesnya lumpuh total,” ucapnya penuh kesal.

Hal senada juga dikatakan oleh masyatkat setempat Jhon Hendri 35 Tahun. Ia mengatakan, kalau soal kecewa itu sudah pasti. Sebab, semua akses tertumpu pada jembatan ini. Mulai dari petani, guru yang mengajar, anak sekolah hingga akses ekonomi.

“Sejak Jembatan ini putus, belum ada kami lihat petinggi daerah ini yang datang meninjau, baik itu Bupati, Wakil Bupati, dan DPRD hanya Plt Setda, itupun sudah lama,” katanya.

Warga juga mempertanyakan apakah kondisi yang mereka alami saat ini dampak dari Pilkada tahun 2016 lalu.

“Kita rasa dizaman demokrasi ini, beda pihan itu adalah saudara, tidak pula harus sampai pada tidak diperhatikan, kami juga masyarkat Dharmasraya,” tambah Jhon.

Dia menjelaskan, jembatan Sungai Sopan merupakan urat nadi perekonomian masyarkat. Dijembatan itu masyarkat biasanya lalu lalang menjual hasil panen kelapa sawit ke Pabrik. Dan dijembatan itu pula, para guru dan para anak sekolah berlalu lalang untuk menuntut ilmu.

“Jembatan ini merupakan jalan regional yang digunakan oleh masyarakat tiga provinsi yakni Sumbar, Riau, Jambi,”jelasnya.

Terpisah, Wali Nagari Muaro Sopan Ari Asmanto, ketika dihubungi terkait diputusnya jembatan yang dibangun dengan swadaya dan para donatur itu dibenarkanya.

“Masyarakat sudah melaporkan kepada kami pemerintahan nagari, kalau jembatan darurat yang dibangun akan mereka putus dan kami sebagai Pemerintah nagari tak bisa lagi berbuat apa-apa, karna jembatan itu mereka yang buat ,”kata wali nagari.

Pantauan dilapangan, terlihat masyarkat beramai-ramai menyaksikan pemutusan jembatan darurat yang dalam kurun dua bulan sudah tiga dibangun itu. Kini, segala akses antar nagari antar kecamatan lumpuh.

Bagi masyarakat yang ingin menuju nagari tetangga serta kekantor camat Padang laweh bahkan kekabupaten harus putar jalan melalui SP8 yang cukup jauh dengan jarak tempuh berjam-jam.(mas ek)

Loading...

Tinggalkan Balasan