Kasihan, Pelajar Dharmasraya ini Kulitnya Mudah Terkelupas

TOPIKINI.COM – Seorang siswa SMA 1 Pulau Punjung kabupaten Dharmasraya menderita penyakit langka. Seluruh kulit yang terkena cahaya matahari tampak mengelupas.

Siswa yang duduk di bangku XI MIPA Satu ini bernama Gustifar Ilham, warga Jorong Kubang Panjang, Nagari 4 Koto Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung. Iham yang didampingi ibunya Harlinda Wati menceritakan, bahwa penyakit itu diderita ketika berumur tiga tahun.

“Awalnya dari penyakit campak. Saat itu lama kelamaan berair dan menghitam,” ungkap Herlinda.

Meski telah diobati mulai dari pengobatan medis dan obat alternatif, namun penyakit tersebut selalu kambuh, terlebih saat terkena cahaya matahari.

“Sama sekali tidak bisa terkena cahaya matahari. Panas dan sakit,” tambah Ilham.

Berjalan waktu, kata Herlinda, ketika anak sulung dari dua bersaudaranya itu duduk di kelas enam SD, dia pernah mencoba pengobatan ke dokter spesialis kulit di Kota Padang. Selama pengobatan, dokter menyarankan Ilham untuk memakai baju panjang, kacamata dan topi.

“Tiap pekan kami ke Padang. Ada sekitar empat kali pengobatan. Saat itu dokter meminta contoh kulit wajah Ilham. Namun Ilham belum kuat mental, makanya pengobatanya terhenti,” kisahnya.

Dari situ hingga sekarang, dia hanya mengandalkan pengobatan dokter umum. Dan hingga kini belum mengalami kesembuhan. “Kambuh jika terkena cahaya matahari,” ungkapnya.

Sementara itu, Ilham mengungkapkan, jika penyakit tersebut juga dirasa gatal. Dulu, pada bagian jari tangan, kuku-kuku nya juga pernah beberapa kali tercabut.

“Beberapa kali kuku lepas. Kalau gatal, serasa ada yang berjalan,” ungkapnya.

Katanya di saat cuaca terik, maka rasa panas akan semakin dirasa. “Teman-teman sudah paham. Jadi jarang berada di luar kelas. Di dalam saja, kalau sudah jam siang, panas. Pedih,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMA 1 Pulau Punjung, Yunita mengatakan, jika Ilham termasuk siswa yang pintar dan berprestasi. Dia berharap ada perhatian dari pihak terkait terkait penyakit yang diderita anak didiknya tersebut.

“Penyakitnya kan tidak biasa. Jadi kita berharap ada perhatian,” ungkapnya.(mas ex)

Loading...
BAGIKAN

Apa pendapat anda tentang berita ini.?