topikini.com@gmail.com

Kalah Perkara, Pengadilan Eksekusi Hotel Basko Padang

TOPIKINI.COM – Eksekusi Hotel Basko dan Basko Grand Mall, di Padang, Sumatera Barat, Kamis (18/1), sempat ricuh karena dihalang-halangi pihak kuasa hukum dan keluarga pemilik hotel.

Apalagi, pengukuran sempat diulang karena terjadi perbedaan luas lahan antara data pihak PT. Kereta Api Indonesia Divre Sumatera Barat selaku pemohon dengan hasil pengukuran awal.

Kuasa hukum dan keluarga pemilik Hotel Basko dan Basko Grand Mall langsung mengajukan protes kepada pihak PT. Kereta Api Indonesia Divre Sumatera Barat dan Badan Pertanahan Nasional karena hasil pengukuran yang dilakukan petugas Badan Pertanahan nasional tidak sesuai luasnya dengan yang diklaim PT. Kereta Api Indonesia Divre Sumatera Barat seluas 2.162 meter persegi.

Pengukuran dilakukan untuk mengetahui batas-batas kepemilikan PT. Kereta Api Indonesia Divre Sumatera Barat, yang dicaplok oleh Hotel Basko dan Basko Grand Mall. Namun pihak Pengadilan Negeri Padang memerintahkan petugas Badan Pertanahan Nasional untuk melakukan pengukuran ulang. Walau diprotes oleh pihak Basko, namun petugas bergeming.

Setelah dipastikan batas-batasnya, juru sita Pengadilan Negeri Padang kemudian memerintahkan alat berat untuk merobohkan bagian belakang bangunan Hotel Basko yang juga merangkap Basko Grand Mall, yang merupakan lahan milik PT. Kereta Api Indonesia Divre Sumatera Barat. Di belakang Hotel Basko ini terdapat jalur rel keretapi.

Upaya menghalang-halangi yang dilakukan langsung oleh Basrizal Koto selaku pemilik Hotel Basko dan Basko Grand Mall, dihadang oleh aparat keamanan.

Basrizal Koto mengklaim lahan yang dieksekusi PT. Kereta Api Indonesia Divre Sumatera Barat adalah miliknya pribadi, bukan milik Hotel Basko dan Basko Grand Mall.

“Yang dieksekusi itu seharusnya hanya lahan parkir. Ini malah bangunan hotel sampai ke mall. Lahan Itu milik pribadi, bukan milik hotel dan mall. Kami akan mengadukan hal ini ke mahkamah agung,” kata Basrizal Koto, pemilik Basko Hotel & Basko Grand Mall.

Sengketa perdata antara PT. Kereta Api Indonesia Divre Sumatera Barat dengan Hotel Basko dan Basko Grand Mall dimulai sejak tahun 2012 lalu.

Namun baru pada penghujung 2017, keluar putusan Mahkamah Agung yang memenangkan PT. Kereta Api Indonesia dan menolak peninjauan kembali yang dilakukan pihak Hotel Basko dan Basko Grand Mall. (dio)

Loading...

Tinggalkan Balasan