Jimly Assiddiqie Sebut MK Kehilangan Momentum Membuat Sejarah

3

TOPIKINI.COM – Profesor Jimly Assiddiqie menyatakan bahwa Mahkamah Konstitusi telah kehilangan momentum untuk membuat sejarah karena tidak bersedia memutuskan kasus LGBT.

Seharusnya, menurut Ketua Mahkamah Konstitusi pertama Republik Indonesia tersebut, MK harus memutus dulu kasus tersebut, dan biarkan legislatif yang merumuskan peraturan perundang-undangannya.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Assiddiqie, Minggu (24/12), di Padang, menyatakan bahwa Mahkamah Konstitusi telah kehilangan momentum untuk membuat sejarah ketika MK menolak memutuskan kasus LGBT.

Sebab, menurut Jimly, MK seharusnya memutus kasus tersebut, karena itu adalah masalah prinsip. Setelah diputus, barulah secara teknis diserahkan ke DPR untuk membuat undang-undangnya.

Dicontohkan Jimlly Assiddiqie, tentang sanksi pidana yang berlaku selama ini. Misal kasus pencabulan kepada anak, minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun. Sedangkan kasus zina, hukumannya maksimal cuma sembilan bulan.

Menurutguru besar hukum pidana ini, hal itu sangat tidak adil. Padahal, prinsipnya harus diputus dulu oleh MK, dan itu adalah sebuah sejarah besar kalau dilakukan oleh MK.

“Harusnya diputus dulu oleh MK. Soal teknisnya, serahkan kepada DPR yang akan membuat uanda-undang. Karena sudah ditolak oeh MK, maka saya anggap MK telah kehilangan momentum untuk membuat sejarah,” kata Jimly Assiddiqie yang juga Ketua Umum ICMI pusat ini.

Jimly Assiddiqie, hadir bersilaturahmi dengan pengurus dan keluarga besar ICMI Sumatera, dalam rangka persiapan mubes ICMI Sumatera Barat yang akan digelar Februari 2018 mendatang. (dio)

Loading...