Gempa 4,8 SR Kejutkan Warga Mentawai

62

TOPIKINI.COM – Kamis, tanggal 05 April 2018, pada pukul 06:46:05 WIB, masyarakat Tua Peijat kepulauan Mantawai dikejutkan dengan adanya goncangan gempabumi. Dari hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang diperoleh parameter gempabumi dengan kekuatan M=4.8. Pusat gempabumi ini berada di laut pada koordinat 2.33 Lintang Selatan dan 99.22 Bujur Timur sekitar 105 km Tenggara Kep. Mentawai pada kedalaman 27 kilometer.

Berdasarkan laporan dari masyarakan goncangan tersebut dirasakan di Tua Pejat dan Siberut dengan Skala Intensitas II SIG BMKG atau II-III MMI.

Gempabumi ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng di samudera Hindia sebelah barat kepulauan Mentawai. Jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai barat Sumatera sampai ke selatan Nusa Tenggara.

Pada sistim subduksi Sumatera dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau depan (forearch islands) yang non vulkanik (Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu, Siberut hingga Pulau Enggano). Lempeng India-Australia menunjam ke bawah lempeng Benua Eurasia dengan kecepatan ±50-60 mm/tahun.

Berdasarkan hasil peta guncangan menunjukkan gempabumi ini dirasakan di pulau Siberut dan pulau Pagai.

Berdasarkan catatan data sejarah kegempaan yang berdekatan dengan lokasi tersebut adalah gempabumi yang terjadi pada tanggal 25 Februari 2008 dengan kekuatan 7.0 SR, dan dirasakan di Mentawai dan Painan V MMI, Padang IV MMI, dan mengakibatkan beberapa rumah mengalami kerusakan di Sikakap, Kep. Mentawai.

Sebelum terjadi gempabumi dirasakan ini, telah terjadi beberapa gempabumi pada daerah tersebut namun tidak dirasakan, gempabumi tersebut terjadi pada pukul 23:16:35 dengan magnitude 4.3 SR, 01:37:32 dengan magnitude 4.5 SR, 01:48:27 dengan magnitude 3.3 SR, 05:13:50 dengan magnitude 3.6SR, 06:36:54 dengan magnitude 2.8 SR.

Hasil monitoring BMKG hingga saat ini belum terjadi gempabumi susulan. Untuk itu masyarakat kepulauan Mentawai dihimbau agar tetap tenang mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

(Rahmat Triyono, ST, Dipl.Seis, M.Sc, Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Silaing Bawah, Kota Padang Panjang)

Loading...