Aneh, Rumah Sakit di Dharmasraya Tolak Tes Urine Pelaku Narkoba

21

TOPIKINI.COM – Kasat Res Narkoba Polres Dharmasraya, IPTU Kalbert Jonadi, SH, dibuat kelimpungan oleh kebijakan pihak RSUD Sungai Dareh yang dinilai aneh. Kebijakan tersebut membuatnya tidak bisa memproses lebih lanjut seorang pengguna narkoba yang ditangkapnya Kamis malam (14/12/2017) di kecamatan Sungai Rumbai.

Usai menangkap pelaku narkoba, polisi Dharmasraya tidak lagi bisa melakukan tes urine kepada tersangka yang biasanya dilakukan di labor RSUD Sungai Dareh Dharmasraya. Begini kronologisnya:

Anggota satres narkoba polres Dharmasraya, menangkap satu orang tersangka, Wanto 36 tahun, pengedar sekaligus pemakai narkoba di kecamatan Sungai Rumbai, Kamis malam (14/12/2017). Selanjutnya polisi membawa tersangka ke RSUD Sungai Dareh Dharmasraya untuk  dilakukan tes urine.

Namun ternyata pihak rumah sakit menolak melakukan tes urine terhadap tersangka, dengan alasan adanya aturan baru dari dinas kesehatan Dharmasraya yang melarang RSUD melakukan hal itu. Kata petugas rumah sakit, yang berhak melakukan tes urine hanya RSUP M Djamil di Padang.

Polisi mencoba menjelaskan kepada petugas rumah sakit pentingnya melakukan tes urine segera karena terkait dengan proses hukum yang sedang ditangani namun tetap saja pihak rumah sakit bergeming.

Tiga jam lamanya polisi menunggu di halaman RSUD Sungai Dareh sambil mencoba mengontak bupati Dharmasraya agar pihak rumah sakit bersedia melakukan tes urine. Namun hasilnya tetap sia-sia.

IPTU Kalbert Jonadi,SH coba mengontak sejumlah orang penting

“Tes urine ini sangat penting untuk proses hukum selanjutnya, biasanya dilakukan di labor RSUD ini, tapi sekarang kenapa tidak boleh, saya juga sudah beberapa kali tadi coba kontak bupati tapi tak diangkat,” ucap IPTU Kalbert Jonadi, SH kepada Topikini.com Jumat dini hari di halaman RSUD Sungai Dareh.

Karena tetap tidak dilayani melakukan tes urine, akhirnya polisi dengan hati kecewa membawa tersangka ke mapolres Dharmasraya.(mas ex)

Loading...